Bersandarlah Hanya pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
“ Semua orang kan kembali pada Allah setelah matinya. Tapi berbahagiah dia yang telah melangkah menuju Allah sepanjang hidupnya .” -Sayyid Quthb- Hidup adalah perjalanan yang digariskan memiliki dua rasa: manis dan getir, lapang dan sesak, suka dan duka, nikmat dan musibah, serta SABAR dan SYUKUR . Tak seorangpun bisa lepas dari dua rasa itu, pun juga mereka yang dicintai-Nya. Makin agung nikmat, besar pula musibahnya. Imanpun tak menjamin kita selalu berlimpah dan tertawa. Tapi ia menyediakan lembut elusan-Nya dalam apapun dera yang menimpa. Maka sabar dan syukur adalah wahana yang akan membawa hamba, menselancari kehidupan nan berrasa dua itu dengan iman di dalam dada. Oleh hadirnya sabar dan syukur itulah, Nabi nyatakan betapa menakjubkan hidup dan ihwal orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan. Sebab atas musibah dia ber SABAR, dan sabar itu membuatnya meraih pahala tanpa hingga, dicintai-Nya, dan dibersamai Allah Subhanahu Wata’ala di segala rasa. ...