Postingan

Rahasia Do'a Makbul

Seorang sahabat bertanya kepada Nabi, " Aku ingin doaku makbul. Bagaimana caranya ya Rasulullah?" Menariknya, saat itu Nabi tidak mengajarkan soal zikir dan amal tertentu. Nabi hanya menjawab, " Jaga makananmu ." Maksudnya, untuk urusan makanan dan pekerjaan, jangan sampai kita bersinggungan dengan sesuatu yang haram, makruh, dan syubhat. Kalau abu-abu, kalau ragu-ragu, lebih baik tinggalkan itu. Ingat. Apa yang masuk ke dalam mulut akan mempengaruhi doa yang keluar dari mulut. Makanan terjaga, amalan terjaga, akhlak terjaga. Insya Allah ini membuat doa kita lebih makbul dan terkabul. Menjadi salah satu syarat agar doa tidak tertolak, seperti istilah Ustadz Luqman. Kita lihat soal akhlak dan amanah. Terhadap investor, jangan PHP. Terhadap pemberi utang, jangan ghosting. Melihat keberhasilan kompetitor, jangan merasa insecure. UAS juga sering mengingatkan pebisnis untuk jalanin bisnisnya dengan jujur dan amanah. Kalau amanah, dampaknya bukan saja baik bag...

Ketika "suasana" sedang Gelap

Mau bisnis tapi belum ketemu yang cocok, bukan bisnisnya yang ga ada tapi karena 'suasana gelap', bisnis yang cocok yang sebenernya ada jadi tidak terlihat. Mau bisnis ga ada modal, bukan modalnya ga ada tapi karena 'suasana gelap', modal yang sebenernya ada jadi tidak terlihat. Sedang sakit, belum ketemu obatnya, bukan obatnya yang ga ada tapi karena 'suasana gelap', obatnya yang sebenernya ada jadi tidak terlihat. Belum juga ketemu jodohnya, bukan jodohnya yang ga ada tapi karena 'suasana gelap', jodoh yang sebenernya ada jadi tidak terlihat. Punya banyak hutang belum ketemu cara melunasinya, bukan cara melunasinya yang ga ada tapi karena 'suasana gelap', cara melunasi hutang yang sebenernya ada jadi tidak terlihat. Mencari kerja tapi ga dapat dapat, bukan kerjaannya yang ga ada, tapi karena 'suasana gelap', pekerjaan yang sebenernya ada jadi tidak terlihat. Rumah tangga sedang bermasalah dan belum kunjung ketemu jalan keluarnya, bukan ...

SABARLAH ……JANGAN LELAH……

Ketika do'a belum juga dikabulkan... Tetaplah berhusnudzon kepada Allaah... Dan jangan berhenti dalam berdo'a... Bisa jadi kita kurang khusyu' dalam bermunajat kepada-Nya... Tidak ada yang sengaja Allaah tunda melainkan selalu ada hikmah dibaliknya... Begitupun sebaliknya.. Allaah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: " Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina ." (QS. Ghafir : 60) Kemudian, di ayat lain Allah ta’ala juga berfirman: " Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran ." (QS. al-Baqarah : 186) Doa merupakan sesuatu yang mulia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasa...

Jangan Kepo, agar hidupmu .......

”Tidak kepo tentang urusan orang lain adalah ketenangan. ‎Ketenangan adalah kamu mengurangi rasa ingin tahu tentang urusan orang lain, lalu sibuk mengoreksi aib dan kekuranganmu sendiri.” -Ustadz Abu Yahya Asri Al-Buthony. Islam mengajarkan kita (umatnya) untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi orang lain. Sejatinya ini hanyalah perbuatan yang buang-buang waktu dan tidak bermanfaat. Setiap orang punya urusannya masing-masing. Janganlah kita mengurusi urusan tersebut. Kita lebih baik fokus kepada urusan kita (karena terlalu banyaknya urusan kita sendiri dari a-z). Ikut campur urusan orang lain dalam konteks ini adalah ikut campur yang memicu penyakit hati atau mengakibatkan dosa. Dalam konteks ini, sifat ingin tahu atau ikut campur urusan orang lain hanya menghasilkan prasangka (terutama prasangka buruk) dan mengarah pada perbuatan menggunjing yang dilarang dalam Islam.   Perintah tidak ikut campur urusan orang lain ini termaktub dalam Al-qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta...

Harta sebenarnya yang menjadi milik kita

Sesungguhnya harta yang benar-benar menjadi milikimu itu hanya ada dua : Pertama apa yang sudah kamu makan , dan kedua Apa yang sudah kamu sedekahkan . Harta yang kamu makan akan menjadi kotoran, sedangkan harta yang kamu sedekahkan akan kekal menjadi milikmu. Ada pun uang yg kita simpan, rumah yg kita tinggali, mobil yg terpakir di garasi, tanah yg luas berhektar-hektar, emas dan perhiasan yg kita miliki semua itu bisa pindah dan hilang kapan saja, entah itu karena rusak, karena ditimpa bencana alam, banjir, tanah longsor, gunung meletus, di terjang angin topan, kebakaran, hilang di ambil orang, atau tiba-tiba kita meninggal sehingga menjadi warisan. Karena itu tak sepatasnya kita sebagai seorang muslim begitu pelit dan bangga dengan banyaknya harta yang di simpan, sebab tidak ada jaminan harta itu akan tetap menjadi miliki kita . Namun justru sebaliknya harta yang kita miliki harus menjadi sarana untuk kita semakin mudah dapat meraih banyak pahala dan melakukan amal sholih. ...

Apa arti Sahabat

Manusia adalah mahluk sosial. Oleh karena itu manusia selalu membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya. Setinggi apapun kedudukan kita, tetap saja memerlukan sahabat. Seorang suami bagaimanapun akan mendengarkan pendapat istrinya dalam menentukan sesuatu. Seorang direktur tetap meneliti pandangan para staf sebelum mengambil kebijakan. Tidak terkecuali komandan peperangan masih membutuhkan prediksi para panglima saat mengatur strategi. Karena manusia memang mahluk sosial, tak ada yang mampu untuk bertindak sendiri.  Jika memang ada seseorang yang mumpuni dan sanggup bersikap One Man Show, maka satu-satunya yang pantas demikian adalah Rasulullah, manusia terbaik di alam ini.  Kenyataannya, Allah tetap mengajarkan kepada Sang Rasul agar senantiasa menyimak pandangan para sahabat dalam menentukan suatu sikap. Bukan karena Rasulullah tidak mampu mengambil keputusan sendiri, melainkan sebagai pelajaran bagi kita bahwa seorang pemimpin mau tidak mau akan dipengaruhi para sahaba...

Ruang Lingkup Iman kepada Allah

Memahami rukun iman adalah masalah yang sangat urgen, karena iman adalah pondasi agama yang merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akherat. Rasulullah pernah ditanya oleh Jibril tentang Iman, maka beliau bersabda:   “ Engkau beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab, para Rosul, hari akhir, takdir baik maupun takdir buruk ”. (HR. Muslim) Iman kepada Allah mencakup beberapa hal: 1. Mempercayai bahwasanya Allah itu ada sebagaimana ditegaskan dalam dalil syari’at, akal dan fithroh manusia.  2. Iman kepada Rububiyyah Allah, yaitu bahwasannya Allah yang menghidupkan, mematikan, memberi rizki, dll. Namun sekedar mempercayai hal ini belumlah memasukkannya seorang kepada agama Islam, sebab orang kafir dulu juga mempercayai hal ini namun mereka tetap kafir . (Lihat QS. Al-Ankabut: 61, Az-Zukhruf: 87) 3. Iman kepada Uluhiyyah Allah, yaitu bahwasannya Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak untuk diibadahi baik doa, menyembelih, meminta pertolongan dll. Tidak boleh dib...