Postingan

SABARLAH ……JANGAN LELAH……

Ketika do'a belum juga dikabulkan... Tetaplah berhusnudzon kepada Allaah... Dan jangan berhenti dalam berdo'a... Bisa jadi kita kurang khusyu' dalam bermunajat kepada-Nya... Tidak ada yang sengaja Allaah tunda melainkan selalu ada hikmah dibaliknya... Begitupun sebaliknya.. Allaah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: " Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina ." (QS. Ghafir : 60) Kemudian, di ayat lain Allah ta’ala juga berfirman: " Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran ." (QS. al-Baqarah : 186) Doa merupakan sesuatu yang mulia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasa...

Jangan Kepo, agar hidupmu .......

”Tidak kepo tentang urusan orang lain adalah ketenangan. ‎Ketenangan adalah kamu mengurangi rasa ingin tahu tentang urusan orang lain, lalu sibuk mengoreksi aib dan kekuranganmu sendiri.” -Ustadz Abu Yahya Asri Al-Buthony. Islam mengajarkan kita (umatnya) untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi orang lain. Sejatinya ini hanyalah perbuatan yang buang-buang waktu dan tidak bermanfaat. Setiap orang punya urusannya masing-masing. Janganlah kita mengurusi urusan tersebut. Kita lebih baik fokus kepada urusan kita (karena terlalu banyaknya urusan kita sendiri dari a-z). Ikut campur urusan orang lain dalam konteks ini adalah ikut campur yang memicu penyakit hati atau mengakibatkan dosa. Dalam konteks ini, sifat ingin tahu atau ikut campur urusan orang lain hanya menghasilkan prasangka (terutama prasangka buruk) dan mengarah pada perbuatan menggunjing yang dilarang dalam Islam.   Perintah tidak ikut campur urusan orang lain ini termaktub dalam Al-qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta...

Harta sebenarnya yang menjadi milik kita

Sesungguhnya harta yang benar-benar menjadi milikimu itu hanya ada dua : Pertama apa yang sudah kamu makan , dan kedua Apa yang sudah kamu sedekahkan . Harta yang kamu makan akan menjadi kotoran, sedangkan harta yang kamu sedekahkan akan kekal menjadi milikmu. Ada pun uang yg kita simpan, rumah yg kita tinggali, mobil yg terpakir di garasi, tanah yg luas berhektar-hektar, emas dan perhiasan yg kita miliki semua itu bisa pindah dan hilang kapan saja, entah itu karena rusak, karena ditimpa bencana alam, banjir, tanah longsor, gunung meletus, di terjang angin topan, kebakaran, hilang di ambil orang, atau tiba-tiba kita meninggal sehingga menjadi warisan. Karena itu tak sepatasnya kita sebagai seorang muslim begitu pelit dan bangga dengan banyaknya harta yang di simpan, sebab tidak ada jaminan harta itu akan tetap menjadi miliki kita . Namun justru sebaliknya harta yang kita miliki harus menjadi sarana untuk kita semakin mudah dapat meraih banyak pahala dan melakukan amal sholih. ...

Apa arti Sahabat

Manusia adalah mahluk sosial. Oleh karena itu manusia selalu membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya. Setinggi apapun kedudukan kita, tetap saja memerlukan sahabat. Seorang suami bagaimanapun akan mendengarkan pendapat istrinya dalam menentukan sesuatu. Seorang direktur tetap meneliti pandangan para staf sebelum mengambil kebijakan. Tidak terkecuali komandan peperangan masih membutuhkan prediksi para panglima saat mengatur strategi. Karena manusia memang mahluk sosial, tak ada yang mampu untuk bertindak sendiri.  Jika memang ada seseorang yang mumpuni dan sanggup bersikap One Man Show, maka satu-satunya yang pantas demikian adalah Rasulullah, manusia terbaik di alam ini.  Kenyataannya, Allah tetap mengajarkan kepada Sang Rasul agar senantiasa menyimak pandangan para sahabat dalam menentukan suatu sikap. Bukan karena Rasulullah tidak mampu mengambil keputusan sendiri, melainkan sebagai pelajaran bagi kita bahwa seorang pemimpin mau tidak mau akan dipengaruhi para sahaba...

Ruang Lingkup Iman kepada Allah

Memahami rukun iman adalah masalah yang sangat urgen, karena iman adalah pondasi agama yang merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan akherat. Rasulullah pernah ditanya oleh Jibril tentang Iman, maka beliau bersabda:   “ Engkau beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab, para Rosul, hari akhir, takdir baik maupun takdir buruk ”. (HR. Muslim) Iman kepada Allah mencakup beberapa hal: 1. Mempercayai bahwasanya Allah itu ada sebagaimana ditegaskan dalam dalil syari’at, akal dan fithroh manusia.  2. Iman kepada Rububiyyah Allah, yaitu bahwasannya Allah yang menghidupkan, mematikan, memberi rizki, dll. Namun sekedar mempercayai hal ini belumlah memasukkannya seorang kepada agama Islam, sebab orang kafir dulu juga mempercayai hal ini namun mereka tetap kafir . (Lihat QS. Al-Ankabut: 61, Az-Zukhruf: 87) 3. Iman kepada Uluhiyyah Allah, yaitu bahwasannya Allah adalah satu-satunya sesembahan yang berhak untuk diibadahi baik doa, menyembelih, meminta pertolongan dll. Tidak boleh dib...

Penghalang Kebaikan

Jika waktu mu sering terbuang sia-sia, bahkan untuk sekedar belajar ilmu syar'i (membaca buku-buku agama)  seminggu sekali pun tak mampu, Jika kaki mu terasa begitu berat untuk melangkah, bahkan untuk sekedar berdiri menyambut seruan-Nya (sholat wajib 5 waktu) saja engkau tak bisa, Jika lisan mu terasa begitu kaku untuk berucap, bahkan untuk berdzikir pagi-sore saja engkau tak kuasa, Jika hati mu terasa begitu keras, bahkan untuk membaca selembar ayat-ayat suci-Nya pun engkau tak sanggup, Jika dalam hidup mu senantiasa dalam kelalaian, bahkan untuk sekedar berdoa memohon kepada-Nya pun tak pernah, Dan jika engkau dalam keadaan sehat dan memiliki banyak waktu bahkan bisa membuka medsos, nongkrong, dengerin musik, tiduran dan santai-santai, namun tak juga mampu dapat melakukan amal shalih. Maka ketahuilah bahwa engkau sedang terhalang dalam kebaikan. Dan tahukah engkau apa penyebabnya terhalang dalam kebaikan ? Penyebabnya adalah DOSA. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah ...

Persoalan Hidayah

Antara kita dan mereka yang dianggap sebagai pendosa hanyalah persoalan hidayah. Dan andai mereka mendapatkan hidayah, bisa jadi mereka akan jauh melampaui kita yang tak pandai mengahargai datangnya hidayah. Belajarlah dari kisah para sahabat nabi, Dari situ kita akan mengetahui.. Bahwa setiap manusia mempunyai garis takdirnya sendiri, dimana Allah telah menentukan titik balik kehidupannya. Jadi jangan pernah gegabah dalam menghukumi, Karena salah memaklumi lebih baik daripada salah menghukumi. Sebab tak seorangpun dapat kembali ke masa lalu dan memulai segalanya dari awal. Namun semua orang dapat memulai segalanya hari ini untuk sebuah akhir kehidupan yang baik... Maka berilah uzur atau kesempatan kepada saudara mu untuk berubah, jika perlu ajarkanlah dia, bimbinglah dia, serta doakan dia... Karena umur ditentukan oleh akhirnya, dan amal ditentukan oleh penutupnya, sebagaimana Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: ‏العمر بآخره، والعمل بخاتمته، ومن أساء في آخر عمره؛ لقي ربه بذلك الوجه. ...