Postingan

Menampilkan postingan dengan label gelisah

KAUM YANG TIDAK PERNAH RESAH, GUNDAH, DAN GELISAH

Dalam kehidupan di dunia ini, ada sekelompok manusia (kaum) yang tidak pernah merasa resah, gundah dan gelisah. Siapakah mereka ? Mereka adalah orang-orang soleh, yang hatinya senantiasa takut kepada Allah. Sejak zaman pertama kali manusia hidup di muka bumi, maupun sampai peradaban di bumi ini berakhir, orang-orang soleh selalu dalam penjagaan Allah. Seperti yang terjadi pada zaman Nabi Musa, para nelayan-nelayan miskin yang soleh tidak pernah resah dengan harta mereka. Maka Allah pun mengutus Nabi Khidir ketika perahu mereka hendak dirampas penguasa dzolim, sehingga harta mereka selamat. Begitu pula yang terjadi pada sepasang suami isteri yang soleh, mereka tidak pernah gundah dengan keadaan diri mereka sendiri. Saat memiliki seorang anak yang kelak akan mencelakakan dan memaksa mereka kepada kekafiran, maka Allah mengirim Nabi Khidir, sehingga diri mereka selamat. Tidak ketinggalan orang tua soleh yang meninggalkan warisan kepada keturunannya, mereka tidak merasa gelisah denga...

Ingatlah 3 Hal ini Kala Hati Dilanda Gelisah......

Gambar
Kawan .. kegelisahan adalah sesuatu yang biasa menghampiri kita, manusia pada umumnya. Bersifat keluh kesah itu salah satu sifat manusia. Lantas apa yang harusnya kita lakukan saat kegelisahan melanda hati ini ? Jika kegelisahan itu datang menghampiri kita, ingatlah tiga (3) hal ini .Semoga Alloh akan berikan ketenangan buat kita. 1 . Ingatlah, bahwa Alloh tidak hanya Maha Melihat, tapi juga Maha Menjaga. Alloh melihatmu, dan juga menjagamu. Maka pastilah tidak akan terjadi apa-apa atas dirimu dan keluargamu, selama engkau berserah diri kepadaNya . 2 . Selama engkau masih bernafas, masih hidup. Itu artinya jatah rezekimu belum habis .. Karena hanya orang mati yang tak akan mendapatkan jatah rezeki. Sementara yang hidup, akan terus mendapatkan rezeki dimanapun ia berada. 3 . Dunia itu terbatas dan sementara. Rezeki dan kehidupan duniamu sudah Alloh tetapkan. Sementara akhiratmu masih harus kau upayakan. Miskin di dunia, malunya hanya sepanjang mulut orang lain (ketika dibicarakan), n...