Postingan

Menampilkan postingan dengan label cara

CARA YANG LAMA TIDAK AKAN MAMPU MEMBUKA PINTU YANG BARU

Gambar
Ternyata pintu itu terus mengalami modifikasi loh. Bahkan ada perusahaan yang khusus memproduksi aneka ragam pintu sesuai perkembangan zaman. Misalnya Door Store yang berlokasi di Inggris. Saya juga heran, perasaan pintu di rumah saya dari dulu gak pernah ganti. Hehehe. Rupanya perusahaan spesialis pintu ini punya prinsip, "Old ways won't open new doors." (Cara yang lama tidak akan mampu membuka pintu yang baru) Jika selama ini pintu dibuka dengan sebuah handle (gagang pintu), maka manusia berinovasi agar pintu cukup digeser saja ke kanan kiri untuk menghemat tempat. Bahkan ada yang digulung ke atas seperti rolling door. Seiring kemajuan teknologi dan keamanan, pintu-pintu di hotel dan gedung tak memiliki gagang lagi, kita cukup menggesek kartu yang sudah tertanam chip untuk membuka sistem penguncinya. Cara itupun cepat atau lambat tak akan bertahan lama, karena nantinya sebuah pintu canggih dibuka dengan sidik jari. Mirip seperti di film-film! Kebayang kan, rupanya meman...

Cara tepat Kelola income

Gambar
Dalam menjalankan bisnis pada tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya, saya menyukai sesuatu yang terukur, terutama untuk urusan uang. Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan.  Kalau nggak terukur, apa yang mau ditingkatkan? Omset, diukur. Profit, diukur. Zakat, diukur. Sedekah, diukur. Cost, diukur. Begitulah seharusnya. Kemudian, barulah dievaluasi untuk ditingkatkan. Action memang perlu. Berani juga perlu. Terutama untuk memulai. Tapi, untuk membesarkan, kita perlu ilmu. Perlu perencanaan. Perlu perhitungan. Perlu analisa. Nggak bisa asal action. Kembali soal uang, tepatnya soal income. Setidaknya ada lima hal atau 'lima i' yang dianjurkan saat kita mengelola income: - in project (alokasikan pada project, silakan konsultasi sama mentor yang kompeten) - invest (putar lagi di bisnis, jadi stok) - infaq (10% - 20% sedekahkan) - insyaf (jangan lagi konsumtif) - irit-irit alias berhemat Kalau dirangkum dan dirangkai, jadilah 5i atau 'lima i'. Simple ...

Cara Mensikapi Kegagalan dalam Usaha

Gambar
Pernah GAGAL ? atau bahkan sering gagal ? Belum pernah SUKSES ? atau bahkan dari dulu sejak lahir gak sukses-sukses ? Jangan khawatir ......... Gagal itu wajar. ..... Sukses ??? juga wajar..... Tak perlu disikapi berlebihan. Lalu, ada yang bertanya, “ Sudah antusias, sudah optimis, kok masih gagal ? ” Yah, apalagi kalau tidak antusias dan tidak optimis ! Pasti lebih gagal ! >“Karier merosot! Bisnis turun! Produk ditolak! Harus bagaimana nih?” Tetap tenang. Jangan panik. Tarikan nafas saja turun-naik. Gerakan sholat juga turun-naik. Mestinya ini melatih kita dan menguatkan kita.  >>"Barusan jatuh Mas, habis semua. Gimana ya ?" Anak SD yang lagi demam juga tahu, kalau jatuh, yah segera bangkit ! Gagal itu wajar. Berlarut-larut dalam kegagalan, nah itu yang tidak wajar. Emang garam, pakai larut segala, hehehe. Yang sebenarnya tidak ada yang abadi di muka bumi ini, termasuk kegagalan. Yah, coba saja lagi. Lama-lama, si gagal itu akan bosan pada Anda, hehehe. >...

Cara Mencapai Target/Impian

Gambar
Sudah menikah? Sudah punya pasangan? Saran saya, apapun impian-impian kita, apapun target-target kita, pastikan selaras dengan pasangan kita. Juga saling ridha satu sama lain. Menurut penelitian Robert Waldinger selama puluhan tahun, sepasang suami istri yang saling mendukung adalah salah satu resep untuk BAHAGIA. Kalau nggak selaras? Ah, ini repot. Apa-apa terasa berat dan lambat. Kalau selaras? Insya Allah apa-apa jadi serba cepat. Hm, ini nggak mudah, tapi bisa. Kita sama-sama tahu, rumah tangga kadang rumit. Itu wajar. Kalau sederhana, itu bukan rumahtangga, tapi rumahmakan, hehe. Alhamdulillah, rumah saya sering menjadi tempat belajar bagi mitra-mitra. Sepanjang 2021 ini, sudah ratusan mitra yang datang dan sudah 200-an mitra yang menginap. Di sini, kami belajar sama-sama dan bertemu langsung dengan berbagai macam tokoh. Boleh dibilang, ilmu tentang keluarga dan pasangan adalah ilmu yang paling sering dibahas untuk mitra-mitra. Jadi, siapakah pasangan yang serasi itu? Ja...