Postingan

Menampilkan postingan dengan label bahagia

Mencari Bahagia dengan Membahagiakan orang lain

Gambar
Suatu hari seorang guru berjalan bersama muridnya disebuah ladang. Tiba-tiba mereka menemukan sepatu usang milik seorang petani. Sang murid berkata pada gurunya, "Wahai guru, bagaimana kalau kita bercandai petani itu dengan menyembunyikan sepatu miliknya. Kita liat bagaimana reaksinya nanti". Sang guru berkata, "Wahai anakku, kita tidak boleh menghibur diri atau mencari kebahagiaan dengan cara membuat orang lain sedih. Lagipula kamu kan orang kaya, kamu bisa membuat dirimu dan dirinya bahagia dalam waktu bersamaan. Bagaimana caranya wahai guru...? "Letakkan beberapa dinar pada kedua sepatunya, lalu kita cari tempat persembunyian sembari melihat bagaimana reaksinya nanti". Jawab sang guru. Sang murid melakukan apa yang diminta oleh gurunya, keduanya lalu bersembunyi di balik semak-semak menanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa saat kemudian datanglah petani miskin itu, bajunya terlihat kumal setelah seharian bekerja. Lalu ia memakai sepatunya, tetapi...

Bertekadlah..bahagiakan pasangan

Gambar
“Saya nyari jodoh yang siap diajak hidup susah.” Entah berapa kali kita dengar kalimat seperti itu, keluar dari mulut pria yang masih lajang. Sekarang saya mau tanya. Punya anak perempuan? Punya ponakan perempuan? Punya saudara perempuan?  Kebayang kalau suatu hari nanti ada seorang pria melamar putrimu, ponakanmu, atau saudarimu, terus pria ini ngomong, “Saya mau ngajak dia hidup susah.” Kira-kira mungkinkah dirimu menyambut baik lamaran itu? Coba jawab! Nggak mungkin. Sekian tahun kita membesarkan putri kita, menjaga ponakan kita, dan melindungi saudari kita. Eh, tau-tau ada pria antah-berantah mau ngajak dia hidup susah.  Gundul! 😋 Memang, nasib nggak ada yang tau. Tapi harusnya seorang pria bertekad untuk membahagiakan pasangannya.  Berikhtiar.... Berjuang......  Berkeringat........  Kalau suami sudah sungguh-sungguh berikhtiar dan ternyata hasilnya nggak seberapa, tentu istri bisa menerima. Yang penting, suami sudah sungguh-sungguh berikhtiar. Betul apa be...